2. Wadah Makanan Plastik yang Dipanaskan

Memanaskan makanan menggunakan wadah plastik juga berpotensi meningkatkan perpindahan partikel plastik maupun zat kimia ke dalam makanan.

Menurut Earth Day, meskipun sebagian wadah memiliki label microwave-safe, penggunaan pada suhu tinggi tetap dapat meningkatkan risiko perpindahan material tertentu.

Untuk memanaskan makanan, wadah berbahan kaca, keramik, atau stainless steel menjadi pilihan yang lebih disarankan.

3. Talenan Plastik

Permukaan talenan plastik dapat terkikis akibat gesekan pisau saat digunakan setiap hari.

Partikel kecil hasil pengikisan tersebut berpotensi menempel pada bahan makanan. Sebagai alternatif, talenan berbahan kayu atau bambu dapat menjadi pilihan.

4. Wajan Antilengket yang Tergores

Peralatan masak berlapis antilengket dapat melepaskan partikel ketika permukaannya mulai terkelupas atau tergores, terutama saat digunakan pada suhu tinggi.

Stainless steel, cast iron, maupun keramik menjadi alternatif yang dinilai lebih tahan lama karena tidak memiliki lapisan yang mudah mengelupas.

5. Spons Cuci Piring

Spons cuci piring yang banyak beredar di pasaran umumnya dibuat dari serat plastik sintetis.

Seiring penggunaan, material tersebut dapat terurai menjadi serpihan kecil. Alternatif yang dapat dipilih antara lain spons alami berbahan luffa, bambu, atau pulp kayu.

6. Peralatan Dapur Berbahan Plastik

Spatula, sendok sayur, maupun alat masak plastik lainnya dapat mengalami keausan akibat panas dan penggunaan berulang.

Untuk mengurangi potensi paparan mikroplastik, peralatan berbahan kayu, logam, atau silikon food grade dapat menjadi pilihan.