‎Berbeda dengan minyak goreng yang melalui proses pemurnian panjang, saripati sawit diolah secara tradisional sehingga kandungan nutrisinya tetap terjaga.

“Saripati sawit memberikan warna kuning keemasan alami pada bolu tanpa perlu pewarna sintetik. Selain itu kaya akan karotenoid atau provitamin A dan tokoferol yang merupakan vitamin E alami,” jelasnya.

Ketua Panitia Pelaksana, Warsito, mengapresiasi antusiasme seluruh peserta yang mengikuti kegiatan sejak sesi materi hingga praktik.

‎“Saya berharap para peserta mampu menghasilkan dan mengembangkan usahanya melalui produk kuliner berbahan dasar sawit, baik bolu, dodol, bangkit sawit maupun kreasi lainnya,” ujarnya.

‎Ia juga menegaskan bahwa pelaku UMKM tidak perlu khawatir mengembangkan produk berbasis sawit karena BPDP terus memberikan dukungan terhadap pengembangan usaha masyarakat.

‎Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Mega, pelaku UMKM Corn Stik By Mega asal Kasang Pudak, mengaku mendapatkan perspektif baru setelah mengikuti workshop.

‎“Jujur, workshop ini membuat saya tertampar. Jambi merupakan daerah penghasil sawit, tetapi saya tidak pernah terpikir bahwa sawit bisa diolah menjadi kuliner yang enak,” katanya.

‎Hal serupa disampaikan Nora Ziani dari Kabupaten Batanghari yang rela menempuh perjalanan jauh untuk mengikuti kegiatan tersebut.

‎“Ini kesempatan luar biasa. Baru kali ini saya mendengar istilah bolu sawit. Setelah mencicipinya, saya melihat potensinya sangat besar untuk dikembangkan,” ujarnya.

‎Sementara itu, Ade Putra, pemilik usaha Ziade Donat asal Sengeti, Muaro Jambi, mengaku tertarik mengembangkan donat berbahan saripati sawit.

‎“Berdasarkan materi dan praktik hari ini, saya ingin menginovasikan saripati sawit menjadi donat. Saya tidak mau kalah dengan ibu-ibu,” katanya sambil tertawa.


‎Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya membawa pulang pengalaman baru, tetapi juga peluang usaha baru. Dari sebuah ruang pelatihan di Kota Jambi, sawit kembali menunjukkan wajah lain yang selama ini jarang dikenal publik, bukan sekadar bahan baku minyak goreng, melainkan sumber inovasi dan penggerak ekonomi baru bagi UMKM. (*)