Pada kesempatan tersebut, BBS menyampaikan pesan khusus kepada seluruh jajaran pemerintah daerah agar menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam penyusunan maupun pelaksanaan setiap kebijakan publik.

Ia mengingatkan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan secara adil dan merata tanpa membedakan latar belakang sosial maupun ekonomi.

“Saya titipkan Pancasila di tangan kalian. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial dan memenuhi rasa keadilan masyarakat. Jamin hak-hak masyarakat kecil dan jangan biarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan,” katanya di hadapan peserta upacara.

Selain kepada aparatur pemerintah, Bupati juga berpesan kepada generasi muda agar menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, Pancasila tidak boleh hanya dipandang sebagai simbol negara atau sekadar tulisan yang terpampang di dinding kantor dan ruang kelas, melainkan harus menjadi nilai yang membentuk karakter bangsa.

Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga persatuan serta melawan berbagai bentuk intoleransi, radikalisme, dan tindakan yang berpotensi mengganggu harmoni kehidupan bermasyarakat.

Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 ditutup dengan doa bersama dan pekik “Merdeka” yang menggema di lapangan upacara. Momentum tersebut menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong, toleransi, dan persatuan demi mewujudkan Muaro Jambi yang maju, harmonis, dan berdaya saing.