“Kami dari Pemkot akan menyurati seluruh instansi yang berkaitan, contohnya perbankan, kependudukan, pajak, dan semua itu. Kita sampaikan bahwa data sekitar 1.400-an orang ini sementara diduga telah diambil oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” jelas Rudy.

Langkah tersebut dilakukan agar setiap permintaan transaksi atau layanan yang berkaitan dengan identitas warga dapat melalui proses verifikasi tambahan.

“Kalau ada permintaan transaksi, permohonan informasi, atau usulan apa pun yang menghasilkan transaksi lain, agar dilakukan cross-check kepada yang bersangkutan. Harus diverifikasi ulang karena data tersebut (diduga) sudah dikuasai orang luar, sembari tim terpadu kita terus bekerja mencari pelakunya,” tegasnya.

SPMB Tetap Berjalan Normal

Meski tengah dilakukan investigasi dan mitigasi keamanan, Pemkot Batam memastikan layanan SPMB tetap beroperasi dan proses pendaftaran tidak dihentikan.

“Saat ini SPMB tetap beroperasi. Memang kemarin setelah diduga diretas langsung kita lakukan mitigasi dan melihat apa yang terjadi,” ujar Rudy.

Ia juga meminta masyarakat, khususnya orang tua siswa, untuk tetap tenang dan tidak panik menanggapi informasi yang beredar.

“Kami berharap orang tua siswa tidak gamang dan khawatir berlebihan. Teruskan pendaftaran anak-anaknya, teruskan prosesnya, sembari kami di pemerintahan menyelesaikan permasalahan ini hingga tuntas,” katanya.

Rudy menegaskan pemerintah bersama BSSN dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus melakukan audit forensik digital guna memastikan apakah data benar-benar berhasil diakses atau tidak.