Selain itu, peserta juga akan mendapatkan materi pengenalan senjata dan teknik dasar bertahan hidup yang disesuaikan dengan kapasitas warga sipil.

Fokus Bangun Disiplin dan Jiwa Kepemimpinan

Latihan dasar kemiliteran tersebut bertujuan untuk membangun kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, serta memperkuat rasa nasionalisme para peserta.

Rana memastikan seluruh materi diberikan sesuai standar yang telah ditetapkan dan menggunakan metode pelatihan yang tepat bagi masyarakat sipil.

Setelah menyelesaikan pelatihan dasar militer selama satu bulan, peserta akan mengikuti pembelajaran khusus terkait pengelolaan KDMP dan KNMP selama dua pekan.

“Mereka akan menerima keterampilan manajerial KDMP dan KNMP agar memiliki kemampuan manajerial berdasarkan bidangnya. Dengan pelatihan, mereka diharapkan dapat memiliki kemampuan dasar militer, integritas, kerja sama, manajerial dan mampu mengambil keputusan secara cepat, tepat dalam pengelolaan KDMP ataupun KNMP,” kata Rana.

Kementerian Terlibat dalam Materi Manajerial

Untuk materi pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih, pelatihan akan melibatkan Kementerian Koperasi. Sementara materi terkait Kampung Nelayan Merah Putih akan diberikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Rana menegaskan bahwa pelatihan ini bukan bentuk militerisasi terhadap warga sipil. Menurutnya, program tersebut bertujuan memperkuat integritas, kerja sama, kedisiplinan, dan semangat nasionalisme para calon pengelola KDMP dan KNMP.

Korps Marinir, lanjut Rana, berkomitmen memberikan pelatihan secara maksimal agar para peserta memiliki kemampuan kepemimpinan dan manajerial yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas di lapangan.