Filosofi permainan menyerang yang diterapkan Herdman terlihat jelas dalam pertandingan tersebut. Timnas Indonesia memainkan garis pertahanan tinggi dan berupaya menekan lawan sejak dari area pertahanan mereka sendiri.

Pendekatan serupa berpotensi kembali diterapkan saat menghadapi Mozambik. Namun, Herdman menegaskan timnya harus tetap disiplin dalam mengantisipasi ancaman kecepatan lawan.

“Kami menyadari bahwa satu bola di belakang akan menjadi masalah bagi kami karena kecepatan mereka [Mozambik]. Jadi saya pikir ini adalah ujian yang bagus bagi kami karena pada saat-saat tertentu melawan Oman, kami memang menempatkan banyak pemain di depan dan kami menunjukkan disiplin itu, tetapi kami harus mengulanginya lagi,” jelas Herdman.

Meski demikian, ia optimistis Timnas Indonesia akan mampu mengendalikan jalannya pertandingan dan menciptakan banyak peluang.

“Saya pikir kami akan lebih banyak menguasai bola, kami akan memiliki kesempatan untuk banyak menyerang,” pungkas mantan pelatih Kanada tersebut.