Kenaikan yield tersebut mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi. Selain itu, pelaku pasar juga mencermati perkembangan ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta data ketenagakerjaan AS yang akan dirilis dalam waktu dekat.

Data tersebut dinilai berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve ke depan.

Ringkasan Pergerakan Pasar

Instrumen Nilai 1 Jam 1 Bulan YTD
Bitcoin (BTC/IDR) Rp1.146.001.000 -3,05% -16,19% -21,35%
DJIA (USD) 50.687,07 -1,21% +2,40% +5,46%
USD/IDR 18.020,1 +0,53% +3,47% +8,00%
Gold (IDR) Rp2.618.955 +0,24% -0,40% +6,36%

Sumber: Riset Treasury

Meski harga emas global mengalami koreksi, harga emas dalam denominasi rupiah masih menunjukkan ketahanan. Sejak awal tahun, emas tercatat menguat 6,36%, didukung oleh pelemahan nilai tukar rupiah yang meningkatkan nilai aset emas dalam mata uang domestik.

Harga Emas di Bareksa

Mitra Pengelola Emas Harga Beli Emas Kenaikan 1 Tahun
Treasury Rp2.578.820/gram 42,19%
Pegadaian Rp2.669.000/gram 44,34%
Indogold Rp2.614.572/gram 44,68%
Emas Batangan Antam* Rp2.571.000/gram 33,62%

Sumber: Fitur Bareksa Emas per 4 Juni 2026

Kenaikan harga emas dalam setahun terakhir masih terjaga di berbagai platform investasi emas digital. Berdasarkan data Bareksa per 4 Juni 2026, harga emas Treasury berada di level Rp2.578.820 per gram dengan pertumbuhan 42,19% dalam satu tahun terakhir.