Menurut Prabowo, saat perayaan Thanksgiving, keluarga Tony Robbins pernah mengalami kondisi tidak memiliki makanan sama sekali di rumah.
“Tiba-tiba ada orang yang datang, mungkin mendengar dari tetangga-tetangga bahwa keluarga ini tidak punya makan. Orang itu memberi makan. Dan bapaknya waktu itu marah, mungkin malu, tidak mau terima makanan. Tapi, dipaksa untuk terima,” ujar Prabowo.
Peristiwa tersebut, lanjut Prabowo, membekas dalam kehidupan Tony Robbins hingga mendorongnya untuk membantu orang-orang yang mengalami kesulitan pangan.
“Dari situlah beliau berkembang sampai pada saat beliau jadi orang, beliau selalu mikir orang-orang yang tidak makan,” katanya.
Prabowo menilai pengalaman hidup tersebut menjadi salah satu titik temu nilai dan pandangan yang membuat dirinya memiliki kedekatan dengan Tony Robbins.
“Jadi, di situ mungkin ada berjumpanya nilai, berjumpanya pandangan, dan berjumpanya filosofi,” imbuh Prabowo.

