Salah satu isu utama yang akan dibahas dalam perundingan lanjutan adalah program nuklir Iran, yang selama ini menjadi sumber ketegangan antara Teheran dengan AS dan Israel.
Dalam nota kesepahaman tersebut, Iran menyatakan tidak akan pernah memperoleh senjata nuklir. Sejumlah pejabat senior AS juga menyebut Iran setuju untuk mengurangi kadar uranium yang telah diperkaya.
Nasib uranium yang selama ini menjadi perhatian komunitas internasional juga disebut telah masuk dalam pembahasan kedua negara. Material tersebut akan menjadi bagian dari pengaturan yang dituangkan dalam perjanjian akhir.
Trump Beri Peringatan Keras
Sebelum penandatanganan MoU, Presiden Donald Trump sempat menyampaikan peringatan keras kepada Iran terkait masa perundingan yang akan berlangsung.
Menurut Trump, Amerika Serikat dapat kembali melancarkan serangan apabila Iran tidak mematuhi kesepakatan selama proses negosiasi berlangsung.
“Ini adalah nota kesepahaman. Jika saya tidak menyukainya, kami akan kembali menembaki mereka, menjatuhkan bom di kepala mereka. Saya tidak suka jika mereka tidak berperilaku baik. Kami akan langsung kembali menjatuhkan bom tepat di tengah kepala mereka jika mereka macam-macam,” kata Trump dalam pertemuan puncak G7 di Évian-les-Bains.
Iran Sebut MoU sebagai Dokumen Bersejarah
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan komitmen negaranya terhadap isi nota kesepahaman tersebut melalui media sosial X pada Kamis.
Dalam pernyataannya, Pezeshkian menyebut MoU antara AS dan Iran sebagai dokumen bersejarah yang menunjukkan komitmen kedua pihak dalam menciptakan perdamaian.

