“Peningkatan PAD ini menunjukkan semakin kuatnya kemandirian fiskal daerah yang menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Kenaikan PAD tersebut juga berdampak pada meningkatnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Jambi. Dari sisi pendapatan, APBD Kota Jambi tahun 2025 mencapai Rp2,013 triliun, naik dari Rp1,765 triliun pada tahun sebelumnya atau meningkat sebesar 14,06 persen,” katanya.

Selain itu, ketimpangan ekonomi yang diukur melalui indeks gini berhasil ditekan dari 0,395 menjadi 0,339. Tingkat inflasi juga tetap terkendali pada angka 1,73 persen per April 2026, sehingga menempatkan Kota Jambi dalam jajaran 10 kota dengan inflasi terendah di Indonesia.

Perbaikan kondisi ekonomi tersebut turut berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Angka kemiskinan turun dari 7,73 persen menjadi 7,69 persen, sedangkan tingkat pengangguran terbuka menurun dari 7,38 persen menjadi 7,08 persen. Di sisi lain, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Jambi meningkat menjadi 82,32 dan masuk dalam kategori sangat tinggi.

Fokus Program Prioritas Tahun 2026

Pada tahun 2026, Pemerintah Kota Jambi menyiapkan sejumlah program prioritas yang difokuskan pada perlindungan sosial, pendidikan, pengelolaan sampah, hingga peningkatan keamanan lingkungan.

Melalui Program Kartu Bahagia, Pemkot Jambi memperluas cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dengan menambah 8.660 peserta baru yang terdiri dari pekerja rentan, petugas keagamaan, sekretaris RT, pekerja Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM), serta petugas rumah ibadah.