“Jadi kalau misalnya Rp20 juta, bisa 10 sampai 15 rutilahu yang akan diperbaiki di wilayah Kabupaten Serang melalui anggaran itu,” urainya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, dr. Efrizal, menambahkan bahwa ambulans desa berbeda dengan mobil siaga desa karena dilengkapi alat-alat medis yang mendukung proses rujukan pasien.
“Jadi kita harapkan mereka betul-betul kerja sama dengan teman-teman kesehatan, karena di dalamnya ada alat-alat medis untuk merujuk demi keselamatan awal,” ujarnya.
Menurut Efrizal, ambulans desa saat ini memiliki fungsi yang lebih lengkap atau multifungsi. Tempat tidurnya dapat dibongkar pasang dan kendaraan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan desa.
“Jadi lebih lengkap dari mobil siaga desa. Bisa berfungsi sebagai ambulans, bisa juga berfungsi sebagai siaga desa,” katanya.

