“Saya kangen dengan warga desa, warga Kabupaten Serang. Ingin langsung bertemu, bersilaturahmi, melihat suasana desa, dan minta pendapat serta masukan apakah warga senang dengan bantuan ini. Tentu ini juga menjadi satu hal yang luar biasa bagi saya,” katanya.
Ratu Zakiyah berharap ambulans desa yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, sekaligus membantu keselamatan jiwa warga dalam kondisi darurat.
Ia juga meminta para kepala desa untuk terus berkoordinasi dengan kepala puskesmas, tenaga kesehatan, dan bidan desa agar pasien yang membutuhkan rujukan dapat memperoleh pendampingan medis dengan cepat.
“Koordinasikan juga dengan rumah sakit rujukan dan puskesmas, sehingga penanganannya bisa lebih cepat,” tegasnya.
Untuk kebutuhan operasional ambulans, Ratu Zakiyah menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah desa agar menyusun rencana anggaran biaya sesuai kebutuhan.
“Pihak desa yang harus menyiapkan, karena ini sifatnya insidentil,” tandasnya.
Selain pengalihan anggaran mobil dinas, Ratu Zakiyah juga mengalihkan anggaran sewa rumah dinas untuk program pembangunan rumah tidak layak huni (rutilahu) menjadi rumah layak huni.
“Saya juga mengalihkan anggaran yang seharusnya untuk rumah dinas, tapi kami alihkan anggarannya untuk bantuan rumah tidak layak huni yang kami titipkan anggarannya di Dinas Perkim,” paparnya.
Nilai anggaran yang dialihkan mencapai sekitar Rp300 juta dan disalurkan melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim).

