Jakarta — Menghabiskan waktu di alam kini tak lagi sekadar aktivitas santai. Dalam beberapa waktu terakhir, konsep forest bathing atau terapi hutan semakin dikenal sebagai metode alami untuk meredakan stres sekaligus menjaga kesehatan tubuh.
Melansir Cleveland Clinic, praktik ini berasal dari Jepang dengan istilah Shinrin-yoku yang secara harfiah berarti “mandi hutan”.
Meski demikian, aktivitas ini bukan berarti mandi secara harfiah. Forest bathing adalah kegiatan membenamkan diri dalam suasana hutan dengan melibatkan seluruh indera—mulai dari melihat pemandangan, mendengar suara alam, mencium aroma pepohonan, hingga merasakan udara di sekitar.
Apa Itu Forest Bathing?
Forest bathing merupakan aktivitas berjalan santai di area hijau dengan fokus pada pengalaman yang dirasakan. Berbeda dengan hiking atau olahraga pada umumnya, tujuan utamanya bukan jarak atau kecepatan, melainkan kesadaran penuh atau Mindfulness.
Psikolog klinis Susan Albers menyebutkan bahwa pemandangan, suara, dan aroma hutan dapat membantu seseorang hadir sepenuhnya di momen saat ini. Kondisi ini membuat otak berhenti mengantisipasi, mengingat, atau mengkhawatirkan berbagai hal.
Konsep ini juga berakar dari filosofi Jepang seperti Yugen (kesadaran akan keindahan), Komorebi, serta Wabi-sabi.

