Jakarta — Tersesat saat menjalankan ibadah haji bukan hal yang mustahil terjadi. Dengan jutaan jemaah dari berbagai negara, kawasan Masjidil Haram hingga Arafah kerap dipadati lautan manusia, sehingga membingungkan, terutama bagi jemaah lanjut usia atau yang baru pertama kali berangkat.
Karena itu, penting bagi jemaah memahami langkah yang harus dilakukan jika terpisah dari rombongan.
Tetap Tenang dan Jangan Berjalan Tanpa Arah
Langkah pertama adalah menenangkan diri. Kepanikan justru dapat memperburuk situasi. Mengutip imbauan Kementerian Agama, jemaah sebaiknya tidak berjalan tanpa arah karena berisiko semakin jauh dari rombongan atau lokasi penginapan.
Segera Cari Petugas Haji Terdekat
Jika tersesat, jemaah dianjurkan segera mencari bantuan. Petugas haji Indonesia tersebar di berbagai titik strategis, mulai dari area masjid, jalur transportasi, hingga sekitar penginapan.
Tunjukkan Identitas, Terutama Kartu Nusuk
Identitas menjadi kunci penting dalam proses pencarian. Jemaah haji Indonesia kini dibekali Kartu Nusuk, yakni kartu identitas digital selama berada di Arab Saudi.
Kartu ini memuat informasi penting seperti nama, foto, nomor visa, serta barcode dan QR code yang terhubung dengan sistem layanan haji. Selain sebagai identitas, Kartu Nusuk juga digunakan untuk mengakses transportasi, akomodasi, hingga masuk ke area ibadah utama.

