Jakarta — Pada Kamis (28/8), demonstrasi yang diadakan oleh mahasiswa, buruh, dan masyarakat umum menarik perhatian luas. Berita mengenai unjuk rasa ini cepat menyebar melalui media sosial. Sayangnya, banyak anak-anak yang terpapar informasi ini dan mulai menanyakan kepada orang tua mereka tentang apa yang terjadi.

Dika (40) mengungkapkan kebingungannya saat anaknya bertanya tentang demonstrasi, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan isu-isu terkait. "Saya akhirnya bergantung pada ChatGPT agar jawabannya sesuai untuk anak kecil," tuturnya kepada pada Jumat (29/8).

Menjelaskan isu politik kepada anak, terutama yang berkaitan dengan demonstrasi, bukanlah hal yang mudah. Bahasa dan perspektif yang digunakan harus sangat diperhatikan. Karena itu, banyak orang tua yang cenderung menghindari pembicaraan politik dengan anak-anak mereka. Padahal, melibatkan anak dalam diskusi tentang demokrasi dengan cara yang dapat mereka pahami sangatlah penting.

Berikut adalah beberapa cara untuk menjelaskan politik kepada anak:

1. Kendalikan Kecemasan Anda Terlebih Dahulu

Sebelum menjelaskan, penting bagi orang tua untuk mengatasi kecemasan mereka sendiri. Kecemasan dapat mengganggu komunikasi. Dengan mengelola kecemasan, orang tua dapat memberikan rasa aman dan stabil bagi anak.

2. Dorong Diskusi tentang Nilai-nilai

Pembicaraan tentang nilai-nilai pribadi merupakan langkah awal yang baik dalam membahas politik. Mengutip dari Children’s Hospital Colorado, membingkai politik dalam konteks ini dapat membantu anak-anak memahami apa yang dianggap adil atau bermoral.

3. Mulai dengan Pertanyaan Si Kecil

Ajukan pertanyaan kepada anak tentang apa yang mereka dengar dan pikirkan. Cara ini memungkinkan orang tua mengoreksi informasi yang keliru.

4. Bandingkan dengan Perselisihan Keluarga

Jelaskan bahwa rakyat dan pemerintah juga bisa tidak sepakat, sama seperti dalam keluarga. Perselisihan yang muncul terkadang dapat menyebabkan konflik, namun orang dewasa selalu berusaha mencari solusi.

5. Kaitkan dengan Aturan di Sekolah

Anda bisa menyamakan sistem negara dengan aturan yang diterapkan di sekolah. Saat ada pelanggaran terhadap aturan tersebut, hal ini dapat menimbulkan masalah bagi semua pihak.

6. Gunakan Analogi ‘Pembantu’

Pahami bahwa ‘pembantu’ dalam konteks ini adalah mereka yang siap membantu dalam situasi sulit. Seperti halnya asisten rumah tangga, akan selalu ada individu atau kelompok yang berperan dalam menyelesaikan masalah di masyarakat.

7. Bantu Anak Mendapatkan Informasi dari Sumber Terpercaya

Di era informasi saat ini, anak-anak mudah terpapar berita yang tidak terverifikasi, terutama melalui media sosial seperti TikTok. Ajak anak untuk lebih skeptis terhadap informasi dan batasi penggunaan media sosial jika perlu. Penting bagi orang tua untuk memberikan informasi dari sumber yang dapat dipercaya.