JAKARTA – Bank Jakarta menyiapkan potensi pembiayaan hingga Rp5,07 triliun untuk mendukung program elektrifikasi 3.782 armada PT Transportasi Jakarta (Transjakarta). Dukungan tersebut merupakan bagian dari kerja sama strategis dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mempercepat pengembangan transportasi publik berbasis listrik.

Kerja sama Bank Jakarta dan Transjakarta ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dalam kegiatan Penandatanganan Kerja Sama Strategis BUMD, BUMN, dan Perangkat Daerah di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (12/10).

Nota kesepahaman tersebut memiliki jangka waktu tiga tahun dengan potensi nilai pembiayaan mencapai Rp5,07 triliun. Dukungan ini diharapkan mempercepat pengembangan armada listrik sekaligus mendukung pengurangan emisi di Ibu Kota.

Bank Jakarta Dukung Pembiayaan Perumahan dan Infrastruktur

Selain mendukung elektrifikasi Transjakarta, Bank Jakarta menjalin kerja sama dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM), serta Jamkrida Jakarta.

Kolaborasi tersebut ditujukan untuk mendukung program Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah (FPPR) bagi pekerja sektor informal. Program ini memiliki potensi nilai Rp587 miliar melalui penyaluran kredit dan penjaminan kredit.

Bank Jakarta juga bekerja sama dengan PT MRT Jakarta (Perseroda) untuk membiayai pembangunan pedestrian deck Dukuh Atas. Fasilitas kredit yang disiapkan memiliki plafon Rp220 miliar dengan jangka waktu 15 tahun.