TANJUNG JABUNG TIMUR, JAMBI — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih melanda kawasan Hutan Lindung Gambut Parit Culum, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. Api disebut telah berkobar lebih dari dua pekan dan hingga kini masih sulit dipadamkan, Sabtu (19/9/26).

Kebakaran menghanguskan lahan gambut, semak ilalang, serta vegetasi kering. Kondisi lahan yang kering, ditambah kencangnya tiupan angin dan terbatasnya sumber air, membuat api cepat merambat dan sulit dikendalikan.

Warga bersama tim gabungan TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus berjibaku melakukan pemadaman. Upaya dilakukan siang hingga malam untuk mencegah api meluas.

Namun, keterbatasan sumber air menjadi kendala utama. Sejumlah kanal di sekitar lokasi juga dalam kondisi kering, sehingga menyulitkan proses pemadaman.

Sejumlah lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ratusan hektare. Api bahkan mulai mendekati kebun milik warga.

Salah seorang warga, Roni, mengatakan masyarakat bersama tim gabungan telah hampir dua pekan berupaya memadamkan api. Menurut Roni, sumber air yang terbatas membuat warga dan petugas kewalahan menahan laju kebakaran, terlebih ketika angin bertiup kencang dan vegetasi di sekitar lokasi dalam kondisi kering.

“Api yang sebelumnya beberapa minggu lalu belum padam ini menyebar luas. Saya bersama masyarakat berjibaku memadamkan api. Kendala ini sumber air karena semua kanal kering. Kami berharap ada water bombing,” kata Roni saat diwawancarai.

Lebih lanjut, Roni mengatakan kondisi tersebut membuat warga khawatir api terus meluas dan mengancam lahan serta perkebunan masyarakat.

Ia juga menyayangkan keberadaan dua perusahaan perkebunan di sekitar wilayah tersebut yang disebut belum memberikan bantuan maupun bekerja sama dalam upaya pemadaman.

Warga berharap seluruh pihak, termasuk perusahaan yang beroperasi di sekitar lokasi kebakaran, ikut membantu penanganan karhutla.

Bantuan terutama diharapkan berupa penyediaan sumber air dan peralatan pemadam untuk mempercepat proses pemadaman. Hingga kini, tim gabungan masih melakukan pemadaman dan penyisiran di sejumlah titik api. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas ke area perkebunan maupun permukiman warga.

Selain pemadaman dari darat, warga berharap water bombing dapat dilakukan untuk menjangkau areal kebakaran yang luas dan titik-titik api yang sulit diakses petugas. (NK/GS)