JAKARTA – Sauna dan ice bath kini menjadi bagian dari ritual pemulihan setelah olahraga. Sebagian orang memilih berendam dalam air dingin untuk membantu mengurangi pegal, sementara yang lain lebih suka duduk di ruang panas untuk melepas lelah.
Keduanya sama-sama dapat memengaruhi respons tubuh. Namun, sauna dan ice bath bekerja dengan cara berbeda sehingga manfaatnya pun tidak bisa disamakan.
Lantas, setelah olahraga sebaiknya memilih sauna atau ice bath?
Jawabannya bergantung pada tujuan. Jika ingin membantu mengurangi pegal setelah latihan berat, ice bath memiliki bukti penelitian yang lebih jelas. Sementara itu, sauna lebih banyak diteliti dalam kaitannya dengan respons kardiovaskular dan relaksasi.
Manfaat Ice Bath Setelah Olahraga
Ice bath atau cold-water immersion (CWI) merupakan metode pemulihan dengan merendam tubuh dalam air dingin setelah berolahraga. Metode ini cukup populer di kalangan atlet karena dianggap dapat membantu tubuh pulih lebih cepat, terutama setelah latihan berat.
Melansir studi yang dipublikasikan dalam Sports Medicine, CWI lebih baik dibandingkan beberapa metode pemulihan lainnya dalam mengurangi muscle soreness atau nyeri otot setelah olahraga.
Selain membantu mengurangi rasa pegal, CWI juga dapat membantu pemulihan sejumlah aspek performa. Namun, efeknya tetap bergantung pada jenis olahraga dan kapan pemulihan tersebut diukur.
Dengan demikian, ice bath cukup masuk akal jika tujuan utamanya adalah membantu menghadapi rasa pegal setelah latihan yang cukup berat.

