Jakarta — Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Zaki Ubaidillah, terus mematangkan persiapan fisik dan mental menjelang debutnya di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Ubed, sapaan Zaki Ubaidillah, mengaku merasakan beban sebagai debutan. Namun, ia berusaha menghadapinya dengan meningkatkan ketahanan fisik sekaligus menjadikan kekalahan sebelumnya sebagai bahan evaluasi.

“Secara kemampuan teknis yang spesifik memang tidak ada, tapi lebih fokus ke strength endurance. Ketahanan fisik di lapangan sudah jauh lebih ditingkatkan,” kata Ubed saat ditemui dalam Media Day Pelatnas PBSI, Kamis (10/9).

Ubed Siapkan Fisik Jelang Asian Games 2026

Selain persiapan fisik, Ubed menyadari ada tekanan yang harus dihadapi menjelang penampilannya di nomor beregu putra. Sektor tersebut menjadi salah satu andalan Indonesia untuk meraih medali emas.

Meski demikian, Ubed berharap dapat mengelola ekspektasi tersebut dengan baik ketika bertanding bersama tim.

“Pasti ada tekanan yang dirasakan. Semoga ke depannya kami bisa lebih menikmati setiap pertandingan bersama tim,” ujar Ubed.

Untuk menghadapi tekanan tersebut, Ubed memilih mengambil pelajaran dari kekalahan-kekalahan yang pernah dialaminya.

Pengalaman tersebut dijadikan bahan evaluasi agar berbagai kesalahan yang pernah dilakukan tidak kembali terulang ketika tampil di Asian Games 2026.

“Tentu saja saya mengambil pelajaran dari kekalahan-kekalahan sebelumnya. Banyak hal yang perlu dibenahi,” tutur Ubed.

Ubed Termotivasi Tampil di Nomor Beregu

Ubed mengaku sudah tidak sabar untuk menjalani pertandingan di Asian Games 2026. Terlebih, ia akan menjadi bagian dari tim beregu putra Indonesia.

Dukungan dari rekan-rekan satu tim menjadi motivasi tersendiri bagi Ubed untuk memberikan hasil terbaik.

“Terlebih lagi di nomor beregu, motivasi untuk menang pasti jauh lebih besar karena kita bertanding membawa nama tim yang selalu memberikan dukungan di belakang,” ucapnya.

Bagi Ubed, debut di Asian Games 2026 menjadi kesempatan untuk menerapkan hasil evaluasi dari pertandingan sebelumnya sekaligus menghadapi tekanan bersama tim beregu putra Indonesia.