Jakarta — Jejak Danau Bandung Purba yang berada di bawah Cekungan Bandung ternyata menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam mitigasi gempa. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap sebagian endapan bekas danau masih relatif lunak dan belum terkonsolidasi sempurna sehingga dapat memengaruhi respons tanah ketika Bandung Raya diguncang gempa.

Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN Edi Hidayat menjelaskan, penelitian geologi dan pengeboran dilakukan untuk mengidentifikasi endapan danau serta rawa yang menjadi bukti keberadaan Danau Bandung Purba.

Endapan tersebut terbentuk melalui proses geologi selama puluhan ribu tahun. Pembentukan Danau Bandung Purba berkaitan dengan aktivitas vulkanik Gunung Sunda yang menghasilkan material vulkanik hingga membendung aliran Sungai Citarum purba.

Edi memperkirakan Danau Bandung Purba mulai terbentuk sekitar 90 ribu tahun lalu dan bertahan hingga sekitar 16 ribu tahun lalu.

“Letusan gunung itu membendung sungai yang ada di tengah Danau Bandung. Aliran air terus-menerus ada, menggenang seluruh dataran Bandung, menjadi sebuah danau,” kata Edi, dikutip dari pernyataan resminya, Kamis (20/8).

Seiring perkembangan geologi, air danau menemukan jalan keluar melalui jalur struktur rekahan di kawasan yang kini dikenal sebagai Curug Jompong. Genangan kemudian berangsur-angsur menyusut hingga membentuk Cekungan Bandung seperti yang dikenal saat ini.

Namun, mengeringnya danau tidak menghilangkan seluruh material yang selama ribuan tahun mengendap di dasarnya.