Endapan Lunak di Bawah Cekungan Bandung
Hasil pengeboran menunjukkan adanya endapan rawa yang kaya material organik, lapisan lempung, endapan vulkanik, serta sisipan lapisan pasir.
Sebagian endapan tersebut hingga kini belum mengalami litifikasi, konsolidasi, dan pemadatan secara sempurna. Kondisi ini membuat material di bawah Cekungan Bandung relatif lebih lunak dibandingkan batuan keras di sekelilingnya.
“Posisi endapan ini sebenarnya sekarang belum terlitifikasi, belum terkompaksi dan terkonsolidasi dengan baik. Kalau diibaratkan seperti agar-agar, sebagian masih lunak. Bagian permukaan saja yang keras yang kita tinggali, tetapi sebenarnya di bawah itu masih ada bagian-bagian endapan yang belum terkonsolidasi dan terkompaksi dengan baik,” kata Edi.
Karakter tersebut penting dalam kajian risiko gempa karena perbedaan antara batuan keras dan endapan lunak dapat memengaruhi perambatan gelombang gempa.
Cekungan Bandung hampir seluruhnya dikelilingi batuan keras dari produk gunung api dan batuan sedimen yang lebih tua. Di bagian tengah terdapat endapan yang relatif lunak dan berusia lebih muda.
Perbedaan karakter tersebut dapat menimbulkan amplifikasi, yaitu penguatan guncangan gempa pada lapisan tanah tertentu.
“Cekungan Bandung ini hampir seluruh bagian dasar dan sekelilingnya disusun batuan-batuan keras dari produk gunung api dan batuan sedimen yang jauh lebih tua,” jelas Edi.
“Sementara di tengahnya adalah batuan yang masih relatif lunak dengan umur yang jauh lebih muda. Kalau dikasih getaran, ada efek namanya amplifikasi. Amplifikasi ini yang akan berbahaya bagi Kota Bandung kalau ada gempa,” imbuhnya.

