JAKARTA – Banyak penumpang mungkin mengira lampu kabin yang diredupkan saat pesawat akan lepas landas (take off) atau mendarat (landing) hanya bertujuan menciptakan suasana yang lebih nyaman. Padahal, prosedur tersebut memiliki alasan penting yang berkaitan langsung dengan keselamatan penerbangan.

Pada penerbangan malam hari, lampu kabin memang sering diredupkan agar penumpang dapat beristirahat lebih nyaman. Namun, praktik serupa juga dilakukan ketika pesawat memasuki fase lepas landas dan pendaratan, yang dikenal sebagai dua tahap paling krusial dalam sebuah penerbangan.

Menurut Anubha Jaiswal, pramugari senior IndiGo, peredupan lampu kabin dilakukan untuk membantu mata penumpang menyesuaikan diri dengan kondisi pencahayaan di luar pesawat.

“Ini adalah fase paling kritis dari sebuah penerbangan, dan jika ada kebutuhan untuk evakuasi, mata Anda perlu sudah menyesuaikan diri dengan kondisi pencahayaan di luar, terutama jika di luar gelap,” kata Jaiswal, dikutip dari Conde Nast Traveller.

Membantu Mata Beradaptasi Lebih Cepat

Mata manusia membutuhkan waktu untuk beradaptasi ketika berpindah dari kondisi terang ke gelap. Dalam situasi darurat, waktu penyesuaian tersebut bisa menjadi faktor penting yang memengaruhi keselamatan penumpang.

Dengan meredupkan lampu kabin sebelum take off maupun landing, mata penumpang dapat lebih cepat menyesuaikan diri terhadap kondisi di luar pesawat. Hal ini memungkinkan penumpang melihat jalur evakuasi, tanda pintu keluar darurat, maupun instruksi keselamatan dengan lebih jelas apabila terjadi keadaan darurat.