JAKARTA – Harga bahan bakar minyak (BBM) umumnya mengalami penyesuaian pada awal bulan, termasuk untuk produk BBM nonsubsidi. Menjelang pergantian bulan ke Juni 2026, masyarakat mulai menantikan kemungkinan perubahan harga yang akan diberlakukan oleh sejumlah badan usaha penyedia BBM.
Sepanjang Mei 2026, harga BBM sempat mengalami beberapa kali penyesuaian. Pada awal bulan, sejumlah produk BBM nonsubsidi mengalami kenaikan seiring meningkatnya harga minyak mentah dunia. Namun, beberapa hari kemudian terdapat badan usaha yang kembali menurunkan harga produk tertentu.
Salah satunya dilakukan oleh BP AKR yang pada 8 Mei 2026 menurunkan harga BP Ultimate Diesel menjadi Rp29.890 per liter dari sebelumnya Rp30.890 per liter.
Sementara itu, PT Pertamina (Persero) masih mempertahankan harga sejumlah produk BBM nonsubsidi yang telah disesuaikan sejak 4 Mei 2026.
Beberapa produk yang mengalami kenaikan cukup signifikan antara lain Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Harga Pertamax Turbo naik menjadi Rp19.900 per liter dari sebelumnya Rp19.400 per liter.
Kemudian, Dexlite mengalami kenaikan menjadi Rp26.000 per liter dari sebelumnya Rp23.600 per liter. Adapun Pertamina Dex kini dibanderol Rp27.900 per liter, naik dari harga sebelumnya Rp23.900 per liter.
Untuk BBM subsidi, harga Pertalite masih tetap Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar atau Solar Subsidi (Diesel CN48) dipertahankan pada level Rp6.800 per liter.
Di sisi lain, Vivo Energy Indonesia masih mempertahankan harga BBM nonsubsidi yang telah berlaku sejak 1 Mei 2026. Salah satu produk yang mengalami kenaikan cukup tinggi adalah Primus Diesel yang kini dijual Rp30.890 per liter dari sebelumnya Rp14.160 per liter.

