AC Milan mengambil langkah tegas dengan memecat Massimiliano Allegri menyusul kegagalan klub lolos ke Liga Champions musim ini. Tidak hanya Allegri, sejumlah jajaran manajemen juga turut diberhentikan dari posisinya.

Pada laga terakhir Serie A, AC Milan hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengamankan posisi empat besar. Namun, mereka justru takluk 1-2 dari Cagliari, sehingga harus puas finis di peringkat kelima dengan 70 poin. Posisi tersebut disalip Como yang menang 4-1 atas Cremonese dan mengoleksi 71 poin.

Hasil tersebut menjadi pukulan berat bagi Milan yang menargetkan tiket Liga Champions sebagai prioritas utama musim ini. Padahal, sempat berada di puncak klasemen Serie A dan bersaing ketat dengan Inter Milan, performa Milan menurun pada paruh kedua musim.

Melihat investasi besar yang telah dilakukan di bursa transfer, manajemen klub dan Allegri menjadi pihak yang paling disorot oleh pemilik klub RedBird Capital Partners.

Dalam rapat darurat sehari setelah pertandingan melawan Cagliari, pemilik klub Gerry Cardinale memutuskan melakukan perombakan besar di tubuh manajemen AC Milan.

Selain Allegri, beberapa nama penting juga diberhentikan, termasuk Direktur Igli Tare, CEO Giorgio Furlani, serta Kepala Pemandu Bakat Geoffrey Moncada.

Dalam pernyataan resminya, klub menilai target musim ini tidak tercapai sesuai ekspektasi.

“Setelah performa mengecewakan musim lalu, pemilik klub memberikan tugas kepada klub untuk lolos ke Liga Champions dan mulai rutin menang agar bisa bersaing di papan atas Serie A,” demikian pernyataan klub.