Bungo – Keluhan dugaan pencemaran lingkungan oleh pabrik kelapa sawit kembali mencuat di Kabupaten Bungo. Kali ini, suara keberatan datang dari warga Desa Senamat, Kecamatan Pelepat.
Informasi tersebut mencuat melalui unggahan akun Facebook bernama Ciik Juang di grup Bungo Dalam Berita. Dalam postingannya, akun tersebut menyampaikan keluhan masyarakat Sungai Jawo, Desa Senamat Pelepat, yang mengaku terdampak aktivitas pabrik mini sawit milik PT MBA (disebut warga sebagai “PT Brondol”).
Dalam unggahan itu disebutkan, warga mengeluhkan kondisi udara yang diduga tercemar serta aliran sungai yang disebut-sebut terpapar limbah pabrik. Sejumlah warga, menurut postingan tersebut, merasa kesulitan menyampaikan aspirasi karena menganggap laporan mereka belum membuahkan hasil.
Akun tersebut juga menuliskan dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang disebut “membekingi” perusahaan, termasuk dugaan keterlibatan oknum perangkat desa. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi maupun bukti yang menguatkan tudingan tersebut.
Disebutkan pula bahwa warga mengaku telah menyampaikan keluhan ke pemerintah desa, hingga ke Pemerintah Kabupaten Bungo dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Akan tetapi, menurut narasi dalam postingan itu, belum ada tindak lanjut yang dirasakan masyarakat.
Unggahan tersebut juga berisi permintaan kepada Bupati Bungo agar menertibkan perusahaan yang diduga tidak patuh terhadap aturan lingkungan. Bahkan, terdapat ancaman bahwa masyarakat akan melaporkan persoalan ini ke Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, apabila tidak ada tindakan tegas.
Selain itu, nama Dedy Putra turut ditandai dalam postingan tersebut.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak PT MBA maupun dari Pemerintah Kabupaten Bungo terkait tudingan yang beredar di media sosial tersebut.
Soal ini tim awak media masih berupaya mengonfirmasi pihak perusahaan, Pemerintah Desa Senamat, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bungo, serta Bupati Bungo guna memperoleh klarifikasi dan memastikan kebenaran informasi yang berkembang di tengah masyarakat. (*)



