JAMBI – Pemerintah Kota Jambi menandai satu tahun kepemimpinan Wali Kota Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha dengan mencatat sejumlah capaian di sektor ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan tata kelola pemerintahan.
Pasangan kepala daerah yang dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 itu mengklaim fondasi pembangunan Kota Jambi semakin menguat dalam satu tahun terakhir.
Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jambi, pertumbuhan ekonomi daerah pada 2025 tercatat stabil di kisaran 4,75 persen. Sementara itu, inflasi bulanan (m-to-m) berada pada level terkendali.
Stabilitas tersebut berdampak pada penurunan angka kemiskinan. Pada 2024, tingkat kemiskinan Kota Jambi tercatat 7,73 persen dan turun menjadi 7,69 persen pada 2025. Pemerintah menargetkan angka itu terus ditekan hingga 6,70 persen pada 2030.
Dari sisi ketimpangan, rasio gini (Gini Ratio) juga menunjukkan perbaikan. Pada 2025, indeks ketimpangan berada di angka 0,339, turun dibandingkan 2024 sebesar 0,395. Kondisi ini dinilai mencerminkan distribusi pendapatan yang semakin merata seiring pemulihan sektor usaha dan investasi.
Sebagai ibu kota provinsi dengan luas wilayah 169,89 kilometer persegi yang terdiri dari 11 kecamatan dan 68 kelurahan serta jumlah penduduk 641.020 jiwa, Kota Jambi mencatat peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 81,77 pada 2024 menjadi 82,32 pada 2025.



