Dengan penolakan permanen tersebut, proses gugatan Trump terhadap WSJ dalam perkara ini berakhir di pengadilan tingkat tersebut.
Kontroversi Berkas Epstein Kembali Jadi Sorotan Politik
Kasus Epstein telah menjadi isu sensitif dalam politik Amerika Serikat selama bertahun-tahun. Sejumlah pendukung Trump meyakini bahwa kalangan elite memiliki peran dalam melindungi jaringan kejahatan seksual yang berkaitan dengan Epstein.
Isu tersebut juga memicu desakan agar dokumen penyelidikan dan perkara hukum terkait Epstein dibuka kepada publik. Trump sempat menghadapi tekanan untuk merilis berkas-berkas tersebut sebelum akhirnya menandatangani undang-undang yang disahkan Kongres AS dan mewajibkan publikasi dokumen terkait.
Nama Trump muncul berulang kali dalam dokumen yang berkaitan dengan Epstein. Namun, kemunculan nama dalam dokumen tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan keterlibatan dalam tindak pidana. Trump membantah melakukan kesalahan dan tidak pernah didakwa atas tindak pidana yang berkaitan dengan kasus Epstein.
Epstein sendiri meninggal dunia di penjara pada Agustus 2019 ketika menunggu proses hukum atas tuduhan perdagangan seks federal.
Hubungan sejumlah tokoh terkenal dengan Epstein juga menimbulkan konsekuensi reputasi. Salah satunya Andrew Mountbatten-Windsor, mantan Pangeran Inggris, yang menghadapi sorotan publik karena hubungannya dengan Epstein.
Kontroversi tersebut turut menjadi isu politik menjelang pemilihan paruh waktu Amerika Serikat pada 3 November 2026. Pemilu itu akan menentukan komposisi dan kendali politik di Kongres AS.

