Dalam tulisan itu, sosok Donald menyampaikan, “Kita memiliki beberapa kesamaan,” yang kemudian ditanggapi Jeffrey, “Ya, benar juga, kalau dipikir-pikir.”
Surat tersebut juga memuat kalimat, “Misteri tidak pernah menua, pernahkah kau menyadarinya?” sebelum ditutup dengan ucapan selamat ulang tahun dan harapan agar setiap hari menjadi rahasia indah lainnya.
Tanda tangan yang menyerupai nama Trump disebut berada di bagian bawah ilustrasi tersebut.
Trump membantah menulis surat itu dan menyebut pemberitaan WSJ sebagai informasi palsu, berniat jahat, serta mencemarkan nama baiknya. Ia kemudian mengajukan gugatan terhadap media tersebut, Murdoch, dan sejumlah pihak terkait.
Pada September 2026, Komite Pengawas DPR AS memublikasikan salinan surat yang diduga berasal dari Trump tersebut. Publikasi itu kembali memicu perhatian terhadap hubungan Trump dengan Epstein.
Hakim Nilai Trump Gagal Buktikan Niat Jahat Media
Dalam perkara pencemaran nama baik di Amerika Serikat, tokoh publik harus memenuhi standar pembuktian yang dikenal sebagai actual malice. Standar ini mengharuskan penggugat menunjukkan bahwa pihak media mengetahui informasi yang diterbitkan tidak benar atau bertindak dengan mengabaikan secara ceroboh kemungkinan bahwa informasi tersebut salah.
Hakim Gayles merujuk pada putusan penting Mahkamah Agung AS dalam perkara New York Times Co. v. Sullivan tahun 1964. Putusan tersebut menetapkan standar pembuktian yang lebih tinggi bagi tokoh publik dalam perkara pencemaran nama baik.
Gayles menilai gugatan Trump yang telah diperbarui tetap tidak mampu menunjukkan bahwa para tergugat memenuhi unsur actual malice. Hakim juga mempertimbangkan bahwa WSJ telah meminta tanggapan Trump sebelum menerbitkan laporan dan mencantumkan bantahan Trump dalam pemberitaannya.

