Sementara itu, juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengatakan kelompoknya telah melancarkan serangan menggunakan rudal balistik dan drone terhadap fasilitas Saudi Aramco di Riyadh dan Khurais.

Klaim mengenai serangan tersebut belum dikonfirmasi oleh otoritas Arab Saudi. Al Jazeera melaporkan pemerintah Saudi sebelumnya membantah klaim Houthi mengenai serangan di Riyadh sebagai upaya mengalihkan perhatian dari kerugian yang dialami kelompok tersebut.

Konflik Yaman Memasuki Babak Baru

Analis pertahanan yang berbasis di London, Ibrahim Jalal, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa operasi pemerintah Yaman dalam skala penuh membawa konflik ke “fase baru”.

“Proses perdamaian dan de-eskalasi telah gagal karena ada ketidakseimbangan kekuatan yang jelas yang telah berlangsung setidaknya selama enam tahun terakhir. Untuk memecah kebuntuan, harus ada pertempuran yang menentukan,” kata Jalal.

Pertempuran antara Houthi dan pasukan pemerintah Yaman meningkat setelah gencatan senjata yang berlaku sejak 2022 runtuh pada Juli 2026. Eskalasi terbaru juga telah menyebabkan perpindahan penduduk dalam jumlah besar.

Pada pertengahan September, Houthi merebut kota pelabuhan Mocha dan sejumlah pulau strategis di Selat Bab Al Mandeb sebelum pasukan anti-Houthi menstabilkan garis depan. Bab Al Mandeb merupakan jalur strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan menjadi salah satu jalur penting bagi perdagangan serta pengiriman energi global.

Yaman telah dilanda perang sejak Houthi merebut ibu kota Sanaa pada 2014. Konflik tersebut kemudian melibatkan berbagai kelompok bersenjata serta dukungan dari sejumlah kekuatan regional.