Menurut saya, persoalan terbesar bukan hanya ketika pemerintah membuat kebijakan yang kurang tepat, tetapi juga ketika kesalahan tidak mau diakui dan diperbaiki.
“Kekuasaan seharusnya membuat pemimpin semakin sadar akan tanggung jawabnya, bukan merasa selalu benar. Ketika kebijakan tidak berjalan sesuai harapan, rakyat membutuhkan keberanian untuk mengevaluasi dan memperbaikinya,” ujar Rut Hasibuan.
Dalam demokrasi, kritik merupakan bagian penting dari pengawasan terhadap kekuasaan. DPR, media, mahasiswa, dan masyarakat memiliki peran untuk memastikan pemerintah menjalankan tugasnya dengan bertanggung jawab. Kritik seharusnya menjadi bahan evaluasi, bukan dianggap sebagai ancaman.
Pada akhirnya, tanggung jawab atas berbagai krisis memang tidak selalu berada pada satu pihak. Namun, pemerintah sebagai pemegang kewenangan harus berani menjelaskan keputusan, memperbaiki kekurangan, dan mengutamakan kepentingan masyarakat.
Sebab, keberhasilan seorang pemimpin bukan hanya diukur dari banyaknya program yang dijalankan, melainkan dari seberapa besar manfaat yang benar-benar dirasakan rakyat.

