Langkah tersebut dilakukan sebagai tindakan pencegahan sambil pemeriksaan terhadap kemungkinan penyebab penyakit terus berlangsung. Reuters melaporkan bahwa otoritas Rusia menyatakan situasi berada dalam kendali.

Sejumlah laporan juga menyebut fasilitas kesehatan tempat korban dirawat sebelum meninggal menjalani tindakan karantina.

Sampai saat ini, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa kasus tersebut telah berkembang menjadi wabah pes yang menyebar luas. Pemerintah Rusia juga menegaskan situasi epidemiologis di wilayah Irkutsk dan Shelekhov tetap stabil.

Apa itu pes pneumonik?

Pes merupakan penyakit infeksi yang disebabkan bakteri Yersinia pestis. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terdapat tiga bentuk utama pes, yaitu pes bubonik, pes septikemia, dan pes pneumonik.

Pes pneumonik merupakan bentuk yang menyerang paru-paru dan menjadi bentuk pes yang paling mudah menular antarmanusia. Penularannya dapat terjadi melalui partikel pernapasan dari penderita.

Gejalanya dapat berkembang dengan cepat, antara lain demam, sakit kepala, lemas, serta gangguan pernapasan. Pada kondisi lebih berat, penderita dapat mengalami sesak napas, nyeri dada, dan batuk.

WHO menyatakan pes dapat berakibat fatal apabila tidak segera ditangani. Namun, antibiotik efektif untuk mengobati infeksi jika diagnosis dan pengobatan dilakukan sedini mungkin.

WHO juga menegaskan bahwa konfirmasi pes membutuhkan pemeriksaan laboratorium untuk mengidentifikasi Yersinia pestis dari sampel yang sesuai.

Dengan demikian, kematian pekerja laboratorium di Siberia tersebut belum dapat disebut sebagai kasus pes pneumonik yang terkonfirmasi. Otoritas Rusia masih menyatakan penyebab pneumonia yang dialami korban belum diketahui.