“Kalau warga mulai sesak, segera ke Rumah Oksigen terdekat,” tulisnya.

Bus Oksigen Keliling Bantu Warga Terdampak Karhutla

Selain Rumah Oksigen, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyiapkan Bus Oksigen Keliling. Fasilitas ini ditujukan untuk membantu warga yang mengalami kesulitan menjangkau lokasi pelayanan oksigen.

Budi menekankan bahwa ketersediaan oksigen menjadi penting, terutama bagi relawan pemadam kebakaran yang terpapar asap dan polusi udara saat bertugas memadamkan api.

Paparan polusi udara dalam kondisi tertentu dapat mengganggu sistem pernapasan. Karena itu, pemantauan kondisi kesehatan relawan dan tersedianya fasilitas penanganan menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko akibat paparan asap karhutla.

Budi juga menyebut saturasi oksigen relawan pemadam kebakaran terkadang turun di bawah 90 persen. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena dapat menandakan kadar oksigen dalam darah yang rendah dan membutuhkan penilaian medis.

Masyarakat Diimbau Tidak Mengabaikan Sesak Napas

Menkes mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan keluhan sesak napas, khususnya ketika polusi udara meningkat akibat karhutla.

Warga yang mengalami gejala tersebut disarankan segera mencari bantuan di fasilitas kesehatan atau fasilitas oksigen terdekat agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

Kehadiran Rumah Oksigen dan Bus Oksigen Keliling diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh pertolongan lebih cepat, terutama ketika asap kebakaran hutan dan lahan mengganggu aktivitas serta kesehatan warga.