Ia juga mengaku mulai mempertimbangkan risiko berkendara dalam kondisi kesehatannya saat ini.

“Saya tidak ingin mati konyol seperti serangga yang menabrak kaca depan mobil,” tambahnya.

Joel kemudian memutuskan melelang sebagian besar koleksi sepeda motornya. Menurutnya, keputusan tersebut berkaitan dengan kesadaran bahwa kondisi NPH membuat aktivitas mengemudi menjadi berisiko.

Meski harus meninggalkan hobinya, Joel mengaku masih menyukai dunia otomotif, termasuk kegiatan memodifikasi dan mengutak-atik sepeda motor.

“Saya mencintai sepeda motor. Saya suka berkendara. Saya suka mengemudi. Saya menyukai anonimitas yang didapat saat berkendara,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa dirinya bukan sekadar kolektor, melainkan juga seorang pengendara yang menikmati langsung hobinya tersebut.

Kebisingan Konser Jadi Perhatian Dokter

Billy Joel juga menjelaskan alasan dirinya belum bisa kembali tampil dalam konser. Menurutnya, dokter saraf yang menangani kondisinya meminta agar ia menghindari tekanan yang dapat memperburuk keadaan.

Joel menyampaikan bahwa dokter menggambarkan dampak setiap pertunjukan terhadap kondisinya seperti mengalami gegar otak. Ia juga menyoroti berbagai faktor yang terdapat dalam konser musik rock, mulai dari suara keras hingga pencahayaan dan tekanan selama tampil.

“Musik rock and roll itu sangat keras, kawan,” kata Joel. Ia juga mengungkapkan bahwa kebisingan selama bertahun-tahun telah memengaruhi pendengarannya.

Menurut Joel, pertunjukan langsung melibatkan banyak rangsangan dan tuntutan fisik, termasuk suara, pencahayaan, energi penonton, serta tekanan ketika berada di atas panggung.