Dadang menjelaskan bahwa biosolusi dapat membantu meningkatkan produktivitas, kualitas, serta efisiensi pemanfaatan sumber daya. Peningkatan produktivitas tersebut diharapkan dapat mengurangi tekanan untuk memperluas lahan demi memenuhi kebutuhan pangan dan kebutuhan ekonomi lainnya.
Dalam pemaparannya, Dadang juga menyebut laporan yang dibahas dalam acara tersebut menunjukkan potensi peningkatan produk domestik bruto (PDB) hingga tiga kali lipat apabila Indonesia mampu mengembangkan biosolusi.
Namun, potensi tersebut perlu dipahami sesuai asumsi, cakupan, dan skenario yang digunakan dalam laporan. Realisasinya akan bergantung pada kesiapan teknologi, investasi, kebijakan pemerintah, kapasitas industri, serta keberhasilan pengembangan pasar.
Melalui penyusunan roadmap bioekonomi, pemerintah berharap pemanfaatan sumber daya hayati Indonesia dapat diarahkan secara lebih terukur, berkelanjutan, dan mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian dalam jangka panjang.

