Generasi Muda dan Media Sosial Jadi Perhatian
Wali Kota juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap dinamika sosial di Kota Jambi sebagai wilayah urban yang menghadapi berbagai tantangan, termasuk pengangguran dan kemiskinan.
Menurutnya, generasi muda memiliki posisi penting dalam menentukan masa depan Kota Jambi. Karena itu, mereka didorong untuk aktif menjaga toleransi, persatuan, dan kedamaian di tengah masyarakat.
Selain lingkungan sosial, Maulana turut menyoroti penggunaan media sosial. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menyebarkan informasi yang berpotensi memprovokasi atau memperkeruh suasana.
“Di era digital, silaturahmi dan komunikasi tatap muka tetap penting. Gunakan media sosial dengan bijak karena jejak digital itu permanen,” pesan Maulana.
Kegiatan tersebut juga didukung oleh sejumlah regulasi, termasuk Undang-Undang tentang Penanganan Konflik Sosial dan Peraturan Pemerintah terkait pencegahan tindak pidana terorisme.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Jambi, Raden Jufri, menegaskan bahwa sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran sekaligus kemampuan masyarakat dalam menangkal paham radikal dan tindakan terorisme.
Dengan melibatkan FKDM, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jambi, Pemerintah Kota Jambi menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerukunan dan ketahanan sosial masyarakat.
Upaya tersebut diarahkan untuk mewujudkan Kota Jambi yang aman, damai, harmonis, dan toleran.

