Prabowo Kaitkan Palestina dengan Kekuatan Bangsa

Prabowo kemudian mengaitkan kondisi Palestina dengan pentingnya Indonesia membangun kekuatan bangsa.

Menurutnya, penderitaan yang dialami masyarakat Palestina harus menjadi dorongan bagi masyarakat Indonesia, termasuk para kiai, ulama, pendidik, dan generasi muda, untuk belajar serta bekerja sungguh-sungguh membangun Indonesia.

“Saya kira ini justru yang mendorong kita semua, apalagi saudara-saudara, apalagi para kiai, apalagi para ulama, apalagi para pendidik di institusi-institusi seperti Gontor ini. Ini saya kira harus mendorong dan memicu suatu kehendak. Kehendak untuk belajar sungguh-sungguh. Kehendak untuk membangun bangsa Indonesia yang kuat,” ujarnya.

Prabowo kemudian menekankan pentingnya kekuatan sebuah bangsa agar dapat membantu masyarakat yang tertindas.

“Karena bangsa yang tidak kuat, bangsa itu akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa lain,” ucap Prabowo.

Dubes Palestina Apresiasi Dukungan Indonesia

Usai acara, Dubes Palestina Abdulfattah A.K. Al-Sattari menyampaikan rasa haru atas dukungan Presiden dan masyarakat Indonesia terhadap Palestina.

Ia mengatakan dukungan tersebut telah dirasakannya sejak tiba di Indonesia. Menurut Abdulfattah, keffiyeh yang diberikan kepada Prabowo menjadi bentuk penghormatan sekaligus ucapan terima kasih.

“Saya merasa sangat bahagia ketika melihat beliau hadir, dan saya memutuskan untuk memberikan kefiyyeh Palestina kepada beliau, untuk berterima kasih kepada beliau,” tuturnya.

Abdulfattah juga mengatakan momen pelukan dengan Prabowo membuatnya merasa bahwa Palestina tidak sendirian.

“Saya mungkin menangis setelah itu karena ketika saya memeluk beliau, saya merasa bahwa kami tidak sendirian. Indonesia berdiri bersama Palestina dan rakyat saya tidak sendirian di Gaza dan Tepi Barat,” ungkapnya.

Momen pemberian keffiyeh dan pelukan tersebut menjadi salah satu bagian yang mencuri perhatian dalam resepsi kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.