Samsat Tujuan: Mutasi Masuk
Setelah mendapatkan berkas mutasi keluar, pemohon menyerahkannya ke Samsat di wilayah domisili baru.
Pemohon juga dapat diminta melakukan cek fisik ulang. Selanjutnya, pemohon membayar biaya administrasi dan menerima STNK serta pelat nomor baru.
Rincian Biaya Mutasi Kendaraan
Rincian biaya dalam proses mutasi kendaraan meliputi Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) sebesar 1 persen dari harga kendaraan, biaya cek fisik, fiskal daerah, administrasi mutasi, serta PNBP STNK dan BPKB.
Dampak Menunda Mutasi Kendaraan
Pemilik kendaraan yang enggan atau menunda pengurusan mutasi saat berpindah domisili dapat menghadapi sejumlah konsekuensi administrasi dan finansial.
Berikut beberapa dampak yang dapat timbul:
1. Status Legalitas Kendaraan Bermasalah
Kendaraan dapat dianggap tidak patuh terhadap ketentuan administrasi di wilayah baru. Kondisi tersebut dapat memicu persoalan saat pemeriksaan di jalan maupun ketika pemilik hendak membayar pajak.
2. Denda dan Pajak Progresif
Pembayaran pajak tetap harus dilakukan di daerah asal. Jika pembayaran terlewat, pemilik dapat dikenakan denda keterlambatan.
Selain itu, status kendaraan yang masih tercatat di alamat lama berisiko terkena skema pajak progresif jika terdeteksi terdapat kepemilikan kendaraan lain di alamat tersebut.
3. Penurunan Nilai Jual Kendaraan
Harga jual kendaraan dapat turun karena calon pembeli umumnya enggan membeli kendaraan yang dokumennya belum disesuaikan. Kondisi tersebut dapat membuat calon pembeli harus menanggung kerumitan proses balik nama sendiri.

