Al Haris Ajak Masyarakat Berdoa agar Hujan Turun
Dalam kesempatan tersebut, Al Haris juga mengajak masyarakat Jambi memanjatkan doa agar hujan segera turun. Ia menyebut Provinsi Jambi mulai dilanda kekeringan akibat fenomena El Nino yang tahun ini disebut “El Nino Godzilla” karena dampaknya yang luar biasa.
“Kita mengharapkan doa dari seluruh bapak ibu. Mudah-mudahan negeri kita ini Allah mudahkan dengan turunnya hujan. Hari ini kekeringan sudah mulai melanda kita karena kemarau El Nino Godzilla ini keringnya luar biasa,” jelas Al Haris.
Merujuk data BMKG, puncak kemarau diprakirakan hingga Oktober. Namun, Al Haris mengingatkan bahwa segala sesuatu merupakan kuasa Allah.
“Kalau melihat tanggal daripada BMKG Oktober. Mudah-mudahan Allah bisa saja. Kalau Allah mau, kapan saja Allah bisa kasih hujan kepada kita. Mari kita berdoa, mudah-mudahan Allah segera memberi kita hujan. Insya Allah, tanaman kembali tumbuh baik dan manusia juga Alhamdulillah sehat seperti biasa,” ungkapnya.
Dua Hikmah Maulid Nabi Menurut Al Haris
Al Haris kembali menekankan dua hikmah utama dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini.
Pertama, menyadari bahwa kekuasaan hanya milik Allah SWT sehingga manusia harus banyak berdoa dan tidak sombong.
Kedua, memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
“Mari kita perbanyak untuk bershalawat kepada Nabi kita Muhammad SAW. Mudah-mudahan dengan shalawat itu insya Allah juga memudahkan kita untuk dikabulkan hajat-hajat kita. Aamiin,” tutupnya.
Acara Maulid Tetap Berjalan Khidmat
Pada sesi wawancara, Al Haris kembali menyampaikan permintaan maaf karena Ustadz Das’ad Latif yang telah siap berangkat ke Jambi dan berada di Bandara Soekarno-Hatta tidak dapat melanjutkan perjalanan akibat abu vulkanik Anak Gunung Krakatau.
Sebagai pengganti, tausiah disampaikan oleh Syekh Muhammad Musthafa ‘Alaa Na’aimah yang sudah berada di Jambi.
“Kita berharap kondisi penerbangan segera kembali normal. Dengan begitu kegiatan-kegiatan daerah dan perjalanan masyarakat Jambi – Jakarta tidak terganggu lagi. Intinya, acara Maulid tetap berjalan khidmat meski ada perubahan penceramah, dan fokus utama doa saat ini adalah keselamatan, hujan, serta kelancaran transportasi untuk Jambi dan sekitarnya,” ucap Gubernur Al Haris.
Sementara itu, Al-Ustadz Al-Mukarram Syekh Muhammad Musthafa ‘Alaa Na’aimah dalam tausiahnya menyampaikan bahwa doa para nabi bukanlah doa yang lahir dari kehidupan tanpa ujian.
Sebaliknya, doa-doa tersebut muncul dari situasi yang penuh tekanan, kesedihan, dan harapan yang mendalam.

