Kota Jambi — Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., resmi membuka kegiatan Pembekalan Calon Peserta Program Pemagangan ke Jepang Tahun 2026 di Aula Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM Kota Jambi, Selasa (1/9/2026).

Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya generasi muda, agar memiliki kompetensi dan daya saing di pasar kerja internasional.

Di hadapan puluhan calon peserta, Diza menegaskan kesempatan mengikuti program pemagangan ke Jepang bukan sekadar untuk memperoleh pengalaman kerja. Program tersebut juga menjadi proses pembentukan karakter, mental, kompetensi, dan etos kerja.

Menurut Diza, budaya kerja Jepang yang mengedepankan kedisiplinan, ketepatan waktu, tanggung jawab, dan profesionalisme harus menjadi bekal penting bagi peserta selama menjalani program.

“Program ini merupakan strategi utama Pemkot Jambi untuk meningkatkan kualitas SDM unggul. Di tengah keterbatasan sumber daya alam, kita tidak punya pilihan selain berinvestasi pada manusianya. Kita harus fokus mencetak pemuda Jambi yang memiliki daya saing global melalui kedisiplinan, kompetensi, serta etos kerja yang tinggi,” tegas Diza.

Diza Tekankan Kesiapan Mental Peserta

Diza mengingatkan para peserta untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan selama berada di Jepang, mulai dari perbedaan budaya dan bahasa hingga lingkungan serta pola kehidupan sehari-hari.

Ia menilai kesiapan mental menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan peserta selama menjalani pemagangan di luar negeri.

“Kuncinya ada pada mental dan kedisiplinan. Budaya kerja di Jepang sangat ketat dan menghargai waktu. Saya minta adik-adik tidak hanya siap secara fisik dan teknis, tetapi juga harus kuat secara mental menghadapi culture shock dan perbedaan lingkungan,” ujarnya.

Diza juga berpesan agar seluruh peserta mengikuti setiap tahapan pembekalan dengan serius, menjaga sikap dan nama baik daerah, serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menimba ilmu dan pengalaman sebanyak mungkin.

“Manfaatkan pembekalan ini dengan sungguh-sungguh, bawa etos kerja terbaik, jaga nama baik Kota Jambi, dan serap ilmu sebanyak-banyaknya. Jadikan pengalaman di Jepang sebagai modal untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah ketika kembali nanti,” tambahnya.

Menurut Diza, peningkatan kualitas SDM merupakan bagian penting dalam pembangunan Kota Jambi. Sebagai daerah yang bertumpu pada sektor perdagangan dan jasa, penguatan kapasitas manusia menjadi salah satu modal utama untuk meningkatkan daya saing daerah.

Pemkot Jambi Targetkan 150 Pemuda ke Jepang

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM Kota Jambi, Liana Andriani, menjelaskan Program Pemagangan ke Jepang Tahun 2026 merupakan hasil kolaborasi antara Pemkot Jambi, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI, dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Aratana Kibo.

Melalui program tersebut, Pemkot Jambi menargetkan sedikitnya 150 tenaga kerja muda Kota Jambi dapat terserap dan diberangkatkan ke Jepang.

“Kegiatan pembekalan ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh mengenai tahapan seleksi, persyaratan, budaya kerja di Jepang, hingga persiapan fisik dan mental para peserta. Kami berharap seluruh calon peserta dapat memahami prosesnya dengan baik dan mempersiapkan diri secara maksimal agar target keberangkatan dapat tercapai,” kata Liana.

Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut juga terbilang tinggi.

Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM Kota Jambi, sosialisasi awal yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Jambi diikuti sekitar 160 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 155 orang telah mendaftar secara resmi, terdiri atas 109 lulusan SLTA/sederajat dan 46 lulusan perguruan tinggi jenjang sarjana (S1).

Dari 155 pendaftar, sebanyak 83 orang telah melengkapi seluruh persyaratan administrasi. Sementara pendaftar lainnya masih diberikan kesempatan melengkapi berkas hingga akhir September 2026.

Seleksi Nasional Dimulai 19 Oktober 2026

Selanjutnya, para calon peserta akan menjalani pembekalan dan persiapan secara intensif selama satu bulan di Kota Jambi.

Tahapan tersebut menjadi bagian penting sebelum peserta mengikuti Seleksi Nasional yang dilaksanakan Kemnaker RI.

Seleksi nasional dijadwalkan berlangsung mulai 19 Oktober 2026. Dalam tahapan tersebut, Kemnaker RI akan menerjunkan empat orang penguji untuk melakukan proses pengujian terhadap peserta selama empat hari.

Peserta yang dinyatakan lolos seleksi nasional selanjutnya akan mengikuti tes fisik di lingkungan Kantor Wali Kota Jambi.

Mereka kemudian menjalani pemantapan dan pelatihan lanjutan selama empat bulan, masing-masing dua bulan di Jambi dan dua bulan di Jakarta.

Pada tahap akhir pelatihan, peserta yang memenuhi seluruh persyaratan akan mendapatkan informasi mengenai lokasi penempatan kota di Jepang sebelum diberangkatkan untuk mengikuti program pemagangan dengan masa kontrak selama tiga tahun.

Melalui program tersebut, Pemkot Jambi berharap para pemuda tidak hanya memperoleh pengalaman kerja di tingkat internasional, tetapi juga membawa pulang pengetahuan, keterampilan, kedisiplinan, dan budaya kerja positif sebagai modal untuk membangun serta memajukan Kota Jambi.