Serangkaian Penjualan Senjata AS ke Arab Saudi
Rencana penjualan F-35 menjadi bagian terbaru dari serangkaian kesepakatan persenjataan antara Amerika Serikat dan Arab Saudi.
Kemlu AS pada awal September mengumumkan persetujuan penjualan lebih dari 10.000 bom senilai US$5 miliar kepada Riyadh, termasuk bom berbobot 2.000 pon.
Washington juga menyetujui penjualan 60 mesin tank beserta peralatan terkait senilai US$750 juta kepada Arab Saudi pada bulan ini.
Sebelumnya, pada Juli, AS juga menyetujui kesepakatan senilai US$1,96 miliar agar Arab Saudi membeli bagian sistem pemandu yang dapat mengubah roket menjadi senjata presisi.
Arab Saudi Hadapi Ancaman Serangan Rudal dan Drone
Arab Saudi telah berulang kali menjadi sasaran serangan drone dan rudal oleh pasukan Iran sejak Teheran menghadapi serangan AS dan Israel pada Februari. Saudi juga menjadi sasaran serangan milisi Houthi di Yaman yang didukung Iran.
Perang saudara di Yaman sempat mereda selama bertahun-tahun. Namun, pertempuran antara Houthi dan pemerintah yang diakui secara internasional serta didukung Riyadh kembali berkobar sejak Juli lalu.
Houthi kemudian menyatakan blokade maritim terhadap Arab Saudi dan menargetkan kapal-kapalnya di Laut Merah.
Washington belum terlibat langsung dalam konflik tersebut. Namun, seorang pejabat AS mengatakan awal pekan ini bahwa satuan tugas militer Amerika tengah bekerja untuk meningkatkan pertukaran intelijen dan memberikan bantuan perencanaan kepada pasukan Arab Saudi.
Rencana penjualan F-35 tersebut kini masih menghadapi tahapan peninjauan Kongres sebelum dapat berlanjut ke proses berikutnya.

