JAKARTA – Rambut rontok sering membuat orang khawatir. Saat menyisir, misalnya, banyak helai rambut tertinggal di sisir. Kondisi serupa juga bisa terlihat ketika keramas.

Tak sedikit orang kemudian mencari vitamin atau suplemen yang diklaim dapat membuat rambut kembali tebal. Padahal, kesehatan rambut juga berkaitan dengan kecukupan nutrisi dari makanan sehari-hari.

Sejumlah penelitian mengaitkan kadar vitamin D dan zat besi dengan kondisi kerontokan rambut. Namun, hubungan tersebut tidak berarti setiap kasus rambut rontok disebabkan oleh kekurangan nutrisi tertentu.

Karena itu, memenuhi kebutuhan protein, vitamin, dan mineral melalui pola makan seimbang dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan rambut.

Lantas, makanan apa saja yang bisa menjadi pilihan?

1. Telur

Telur merupakan sumber protein yang mudah ditemukan. Protein dibutuhkan tubuh untuk membentuk keratin, yaitu protein utama penyusun rambut.

Kekurangan protein dapat mengganggu pertumbuhan rambut dan berkontribusi terhadap kerontokan.

Selain protein, telur juga mengandung zinc dan sejumlah vitamin B yang dibutuhkan tubuh.

American Academy of Dermatology (AAD) memasukkan kekurangan protein sebagai salah satu kondisi yang dapat menyebabkan rambut rontok.

2. Ikan

Ikan, terutama jenis ikan berlemak seperti salmon, sarden, dan makarel, dapat menjadi sumber protein dan vitamin D.

Vitamin D menjadi salah satu nutrisi yang banyak diteliti dalam kaitannya dengan kesehatan rambut.

Sejumlah penelitian juga mengkaji peran vitamin D, vitamin B, zat besi, dan zinc dalam pertumbuhan serta pemeliharaan rambut. Namun, hasil penelitian mengenai hubungan nutrisi tersebut dengan kerontokan rambut belum sepenuhnya konsisten.

3. Daging dan Makanan Sumber Zat Besi

Daging merah merupakan salah satu sumber zat besi yang relatif mudah diserap tubuh.

Zat besi juga bisa diperoleh dari telur, kacang-kacangan, serta sayuran hijau. Kekurangan zat besi termasuk salah satu kondisi yang dapat berkaitan dengan kerontokan rambut.

Menurut AAD, kekurangan zat besi dapat menyebabkan rambut rontok. Pada kondisi tersebut, pertumbuhan rambut dapat membaik setelah kekurangan nutrisi diperbaiki.

4. Kacang-kacangan

Kacang tanah, almond, dan berbagai jenis kacang lainnya dapat membantu memenuhi kebutuhan protein dan zinc.

Zinc berperan dalam berbagai proses tubuh, termasuk sintesis protein dan pembelahan sel yang berkaitan dengan pertumbuhan rambut.

Kekurangan zinc juga dapat menyebabkan perubahan pada rambut, termasuk kerontokan.

Kacang-kacangan dapat dikombinasikan dengan berbagai sumber protein, vitamin, dan mineral lain agar pola makan tetap beragam.

5. Sayuran Hijau

Bayam dan berbagai sayuran hijau lainnya dapat menjadi sumber zat besi serta sejumlah vitamin.

Zat besi dari tumbuhan atau non-heme iron memang diserap tubuh dengan tingkat yang berbeda dibandingkan zat besi dari sumber hewani.

Untuk membantu penyerapannya, makanan sumber zat besi nabati dapat dikonsumsi bersama sumber vitamin C.

Misalnya, bayam dapat dikombinasikan dengan tomat atau buah kaya vitamin C seperti jeruk dan jambu biji.

6. Buah Kaya Vitamin C

Jambu biji, jeruk, kiwi, dan berbagai buah lainnya yang kaya vitamin C juga dapat menjadi bagian dari pola makan untuk mendukung kesehatan rambut.

Vitamin C membantu penyerapan zat besi non-heme yang berasal dari makanan nabati.

Dengan demikian, mengonsumsi makanan kaya vitamin C bersama sumber zat besi nabati dapat membantu tubuh menyerap zat besi dengan lebih baik.

Pola Makan Tetap Perlu Beragam

Menjaga kesehatan rambut tidak cukup hanya dengan mengandalkan satu jenis makanan. Pola makan sehari-hari perlu mencukupi kebutuhan protein, vitamin, dan mineral dari berbagai sumber.

Rambut rontok juga dapat dipengaruhi banyak faktor lain, sehingga tidak semua kasus dapat diatasi hanya dengan memperbaiki pola makan.

Jika kerontokan berlangsung terus-menerus, semakin parah, atau disertai perubahan lain pada kulit kepala, pemeriksaan oleh tenaga medis dapat membantu mengetahui penyebabnya.