4. Terus memikirkan emosi negatif

Tanda lainnya adalah sulit melepaskan diri dari perasaan negatif.

Saat berada dalam survival mode, seseorang dapat merasa terus terjebak dalam stres, tekanan, dan kewalahan. Pikiran pun cenderung berputar pada masalah yang sama tanpa memberikan jeda untuk beristirahat.

Sesekali merasa cemas, sedih, atau tertekan tentu merupakan bagian dari kehidupan. Namun, jika perasaan tersebut berlangsung terus-menerus dan mendominasi keseharian, kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap stres kronis dan berdampak pada kesehatan.

Karena itu, penting untuk mengenali kapan tubuh dan pikiran membutuhkan waktu untuk berhenti sejenak.

5. Merasa harus mengendalikan semuanya

Ketika kehidupan terasa tidak terkendali, seseorang mungkin justru berusaha mengontrol lebih banyak hal agar semuanya terasa lebih aman dan dapat diprediksi.

Menurut Ivelevitch, orang yang biasanya santai bisa tiba-tiba menjadi lebih perfeksionis atau merasa segala sesuatu harus berjalan sesuai rencana.

Hal tersebut tidak selalu berarti ingin mengendalikan orang lain. Dalam banyak kasus, kebutuhan untuk mengontrol muncul karena seseorang sedang mencari kepastian.

Dengan mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya, situasi dapat terasa lebih mudah diprediksi dan tidak terlalu mengancam.

Cara keluar dari survival mode

Jika beberapa tanda tersebut terasa familiar, bukan berarti ada sesuatu yang salah dengan diri Anda. Tubuh dan otak pada dasarnya memiliki mekanisme untuk menghadapi tekanan dan situasi yang dianggap mengancam.

Namun, jika kondisi tersebut berlangsung terlalu lama, penting untuk memberikan ruang bagi tubuh dan pikiran untuk kembali beristirahat.

Langkah sederhana dapat dimulai dengan mengenali sumber tekanan yang paling besar, mengurangi tuntutan yang tidak perlu, menjaga waktu tidur, serta memberikan jeda di tengah kesibukan.

Berbicara dengan orang yang dipercaya juga dapat membantu. Jika rasa cemas, kelelahan, gangguan tidur, atau perubahan emosi mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, mencari bantuan dari tenaga profesional kesehatan mental juga dapat menjadi pilihan.

Kemampuan untuk tetap bekerja dan menjalani rutinitas tidak selalu berarti kondisi tubuh dan pikiran baik-baik saja. Terkadang, tubuh dan pikiran sudah membutuhkan istirahat sebelum kita menyadarinya.