“Kita ingin memastikan bahwa di tengah situasi Karhutla dan kabut asap seperti saat ini, perlindungan terhadap masyarakat juga menjadi perhatian. Karena itu, selain terus melakukan pemadaman, pendinginan dan penanggulangan Karhutla di lapangan, kita juga memberikan perlindungan terhadap masyarakat dari dampak asap.”

Ia menegaskan, total masker yang disalurkan mencapai 25.000 unit dan diharapkan dapat digunakan oleh kelompok yang membutuhkan perlindungan tambahan, khususnya masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

“Jumlah yang kita salurkan sebanyak 25 ribu masker N98. Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik, terutama oleh masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan, termasuk petugas di lapangan dan anak-anak sekolah.”

Danrem juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi kualitas udara selama kabut asap masih terjadi.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk, menggunakan masker dengan benar, serta mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan kualitas udara.”

Sebelumnya, kondisi kualitas udara di Jambi juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Pemerintah Kota Jambi mengambil langkah perlindungan terhadap peserta didik menyusul kondisi udara yang masuk kategori sangat tidak sehat.

Bagi masyarakat, kondisi tersebut membuat penggunaan masker dan pembatasan aktivitas di luar ruangan menjadi langkah perlindungan yang perlu diperhatikan, terutama ketika kualitas udara kembali memburuk.

Danrem menegaskan, keberhasilan penanganan karhutla bukan hanya diukur dari padamnya api, tetapi juga dari kemampuan seluruh pihak melindungi masyarakat dari dampaknya.