Trump Kritik Penggunaan Visa H-1B
Pemerintahan Trump selama ini mengkritik program H-1B karena dinilai terlalu banyak digunakan perusahaan sehingga mengurangi kesempatan kerja bagi warga AS.
Wakil Presiden AS JD Vance turut mendukung usulan kenaikan biaya tersebut. Menurutnya, perusahaan AS seharusnya memprioritaskan pekerja Amerika.
“Jika perusahaan Amerika membutuhkan pekerja, mereka harus mempekerjakan dan melatih warga Amerika,” tulis Vance melalui X, Senin (24/8).
Namun, kebijakan tersebut juga mendapat perhatian dari kalangan ekonom. Program H-1B dinilai membantu perusahaan AS memperoleh tenaga kerja dengan keahlian khusus.
Program tersebut disebut dapat membantu menjaga daya saing perusahaan dan mendorong pertumbuhan bisnis yang pada akhirnya menciptakan lapangan kerja baru.
Saat ini, undang-undang AS membatasi penerbitan visa H-1B menjadi 65 ribu visa per tahun. Selain itu, terdapat tambahan 20 ribu visa bagi pemegang gelar lanjutan dari perguruan tinggi di AS.
Dengan usulan tarif baru tersebut, biaya menjadi salah satu faktor penting yang berpotensi memengaruhi perusahaan AS dan pekerja asing yang menggunakan program visa H-1B. Namun, besaran biaya US$103.265 tersebut masih berupa usulan dan belum menjadi kebijakan final.

