Banjir Bandang Nepal-Tibet Dipicu Runtuhnya Gletser
Banjir bandang yang menerjang kawasan perbatasan Nepal dan Tibet terjadi setelah bagian gletser di Himalaya runtuh dan memicu aliran air, es, batu, serta material longsoran dalam jumlah besar.
Wilayah Rasuwa di Nepal menjadi salah satu daerah yang mengalami kerusakan parah. Aliran banjir kemudian berdampak ke sejumlah kawasan di sepanjang lembah sungai, sementara di sisi Tibet, wilayah Gyirong juga terdampak material lumpur dan banjir.
Sebelumnya, pakar geofisika dari Earth Observatory di Universitas Columbia, Goran Ekstrom, mengatakan kepada ABC News bahwa longsoran di kawasan pegunungan dapat meluruhkan sebagian gletser dan menghasilkan peristiwa geofisika yang sangat besar.
Peristiwa tersebut sempat tercatat sebagai aktivitas seismik pada seismograf. Material batuan, es, dan air kemudian bergerak cepat menuju lembah sehingga menghasilkan banjir dengan daya rusak besar.
Kondisi geografis Himalaya membuat aliran air dan material longsoran dapat bergerak sangat cepat dari wilayah pegunungan menuju permukiman yang berada di lembah.
Perubahan iklim juga menjadi salah satu faktor yang disoroti dalam pembahasan mengenai bencana di kawasan Himalaya. Pemanasan global dapat mempercepat pencairan gletser, meski penyebab langsung bencana ini dikaitkan dengan runtuhnya gletser dan material longsoran.
Korban dan Orang Hilang Terus Didata
Data korban terus berubah seiring proses pencarian dan penyelamatan berlangsung. Laporan terbaru menunjukkan jumlah korban jiwa dan orang hilang jauh lebih besar dibandingkan data awal setelah bencana terjadi.
Reuters melaporkan ratusan orang tewas dan lebih dari 1.000 orang masih hilang setelah banjir dahsyat menerjang kawasan Himalaya. Banyak wilayah terdampak mengalami kerusakan jalan dan infrastruktur sehingga proses pencarian korban menjadi lebih sulit.
Di antara orang yang belum ditemukan terdapat warga asing dan wisatawan yang sedang melakukan perjalanan menuju kawasan Tibet, termasuk mereka yang melakukan perjalanan menuju Gunung Kailash.
Tim penyelamat terus melakukan pencarian menggunakan jalur darat dan helikopter. Kerusakan infrastruktur menjadi salah satu tantangan utama karena sejumlah wilayah terdampak sulit dijangkau.
Bencana ini juga menimbulkan kekhawatiran mengenai kemungkinan banjir susulan akibat terbentuknya danau yang terbendung material longsoran di kawasan terdampak.
Pesan Dalai Lama menjadi bentuk dukungan moral bagi masyarakat yang terdampak bencana, sekaligus menyoroti pentingnya langkah pencegahan terhadap risiko bencana serupa di kawasan Himalaya.

