BSI Kembangkan 35 Sentra UMKM dan 23 Desa BSI

Selain UMKM Center, BSI memperkuat pemberdayaan pelaku usaha melalui 35 Sentra UMKM yang didukung dana zakat.

Program tersebut ditujukan untuk membantu pelaku usaha dari kelompok mustahik agar berkembang menjadi usaha yang legal, feasible, dan bankable.

Di tingkat desa, BSI turut mengembangkan 23 Desa BSI yang berfokus pada potensi ekonomi lokal melalui pemberdayaan masyarakat berbasis desa.

Menurut Anggoro, penguatan UMKM dilakukan melalui lima strategi utama.

Strategi tersebut meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia, percepatan sertifikasi halal, pengembangan halal value chain dari hulu hingga hilir, penyediaan pembiayaan syariah, serta penguatan inovasi dan digitalisasi usaha.

Pembiayaan Ritel dan UMKM BSI Capai Rp54,80 Triliun

Dari sisi pembiayaan, hingga Mei 2026 BSI telah menyalurkan pembiayaan ritel dan UMKM sebesar Rp54,80 triliun.

Nilai tersebut tumbuh 11,14 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Pembiayaan disalurkan kepada lebih dari 340 ribu pelaku usaha melalui skema KUR Syariah, pembiayaan mikro, dan segmen SME.

Selain pembiayaan, BSI terus mempercepat transformasi digital UMKM melalui Portal UMKM BSI, BEWIZE by BSI, BSI QRIS, serta BYOND by BSI.

Digitalisasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha di tengah perkembangan ekonomi digital.

“Ketika UMKM naik kelas, manfaatnya tidak berhenti pada satu pelaku usaha. Dampaknya akan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat industri halal, dan menggerakkan ekonomi daerah. Inilah nilai ekonomi dan peran bank syariah sekaligus nilai sosial yang terus kami bangun bersama Danantara Indonesia,” tutup Anggoro.