MUARA BUNGO — Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH mengingatkan pelajar di Kabupaten Bungo untuk menjaga diri dari narkoba, judi online, radikalisme hingga berbagai aktivitas negatif yang dapat mengancam masa depan mereka.

Pesan tersebut disampaikan Al Haris saat membuka Sosialisasi Akbar Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstrimisme dan Terorisme (IRET), True Crime Community (TCC), serta Perundungan dan Bahaya Narkoba di Lingkungan Pendidikan Kabupaten Bungo.

Kegiatan yang menyasar pelajar SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah tersebut berlangsung di GOR Serunai, Kabupaten Bungo, Rabu (5/8/2026) pagi.

Sosialisasi menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jambi bersama aparat keamanan dan lembaga terkait untuk membangun ketahanan generasi muda menghadapi ancaman paham radikal, kejahatan siber, narkoba, dan perundungan di lingkungan pendidikan.

Dalam arahannya, Al Haris mengatakan jumlah pelajar SMA, SMK, dan MA di Jambi saat ini sangat besar. Para remaja tersebut sedang berada dalam fase penting pembentukan karakter.

“Untuk itu penting sekali ditanamkan di hati anak-anakku sekalian bagaimana selayaknya seorang anak. Sekolah, belajar, dan bergaul dengan sesama, tetapi tidak menyalahi aturan. Tidak ada yang terlibat narkoba. Tidak ada yang ikut judi online, juga saat ini marak geng motor,” tegas Gubernur Al Haris.

Al Haris Soroti Judi Online dan Konten Negatif

Al Haris menyoroti dua persoalan yang menjadi perhatian serius pemerintah.

Pertama adalah judi online. Ia menyebut Jambi sempat masuk kategori tertinggi di Indonesia untuk kasus judi online pada 2024 berdasarkan data yang dikirim PPATK.

“Alhamdulillah saya minta data. Saya punya data lengkap. Saya mulai kerja. Alhamdulillah ini turun. Yang ASN kita peringatkan. Tidak berubah ya kita berhentikan. Nah ini juga anak-anak juga cukup besar,” ujar Gubernur Al Haris.

Persoalan kedua adalah paparan media elektronik yang dapat membawa anak kepada konten negatif.

Al Haris menyebut pihaknya menemukan adanya pelajar yang terpengaruh situs-situs radikal.

Ia mencontohkan kasus salah seorang mahasiswa yang kuliah di luar daerah dan terlibat pembakaran polres karena salah memahami paham-paham yang tidak baik.

“Jangan sampai nanti anak-anak memiliki paham jihad yang salah. Ini bahaya sekali,” kata Gubernur Al Haris.

Persoalan narkoba dan perundungan juga menjadi perhatian.

Menurut Al Haris, rata-rata penghuni lembaga pemasyarakatan anak terlibat narkoba.

Untuk perundungan, ia menyampaikan data nasional yang menunjukkan sekitar 57% sekolah di Indonesia masih mengalami kasus bullying yang membuat korban merasa tidak nyaman hingga tidak mau lagi ke sekolah.

Pesan Al Haris: Utamakan Pendidikan

Di hadapan para pelajar, Al Haris kemudian menyampaikan pesan agar mereka mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif.

“Anak-anakku, kalau bisa menjaga diri dengan baik, tidak terlibat narkoba, tidak judi online, tidak radikal, anak-anak sudah punya masa depan 60%. Sisanya 40% tinggal perjuangan dan doa,” ucap Gubernur Al Haris.

Ia meminta pelajar menjadikan pendidikan sebagai prioritas untuk mencapai masa depan.

“Utamakan pendidikan. Pendidikan adalah jalan untuk mencapai masa depan. Jangan pernah berhenti belajar. Gunakan masa muda untuk menuntut ilmu, mengembangkan potensi, dan membangun karakter. Hindari kegiatan negatif, hoaks, serta pengaruh yang bertentangan dengan nilai Pancasila,” pesannya.

Al Haris juga mengajak para pelajar meneladani semangat perjuangan para pejabat yang hadir dalam kegiatan tersebut.

“Saya yang hadir di sini, ini rata-rata pejabat orang biasa. Tidak ada modal, tidak punya uang. Tapi kita punya masa depan. Kita sekolah dengan rajin. Tidak ada yang aneh-aneh. Kita berjuang, semangat, maka bisa mencapai hari ini,” pungkas Gubernur Al Haris.

Pelajar Diharapkan Jadi Agen Pencegahan

Bupati Bungo Dedy Putra, S.H., M.Kn., turut mengajak pelajar SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah se-Kabupaten Bungo mengikuti sosialisasi tersebut agar memiliki pemahaman yang kuat sejak dini.

Menurut Dedy, sosialisasi penting agar pelajar mampu menerapkan nilai-nilai kebangsaan dan perilaku positif di tengah masyarakat.

Ia juga mengingatkan dampak buruk paham radikal, perundungan, dan narkoba terhadap masa depan anak.

“Dengan pemahaman yang baik, kita harap para pelajar bisa menjadi agen pencegahan di sekolah maupun lingkungan sekitar,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama untuk menolak segala aktivitas balap liar dan geng motor di Kabupaten Bungo.

Sosialisasi turut diisi diskusi dan tanya jawab dengan menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Densus 88.

Turut hadir Wakil Bupati Bungo Tri Wahyu Hidayat, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi M. Umar MY, S.E., M.M., unsur Forkopimda Kabupaten Bungo, OPD Kabupaten Bungo, kepala sekolah, guru, pelajar, perwakilan organisasi masyarakat dan lembaga pendidikan se-Kabupaten Bungo serta undangan lainnya.