4. Gmail

Gmail dapat menguras baterai karena terus melakukan sinkronisasi surat elektronik dan memeriksa pesan baru di latar belakang.

Proses tersebut membutuhkan koneksi internet dan tenaga pemrosesan. Notifikasi pesan yang masuk juga dapat membuat layar ponsel menyala.

Penggunaan daya berpotensi bertambah apabila pengguna memasukkan beberapa akun email yang terus disinkronkan secara bersamaan.

Untuk mengurangi konsumsi baterai pada Android, buka Settings > Apps > Gmail > App battery usage, kemudian matikan Allow background usage.

Pada iPhone, buka Settings > Apps > Gmail, lalu nonaktifkan Background App Refresh.

Namun, perlu diperhatikan bahwa pembatasan aktivitas tersebut dapat menyebabkan notifikasi atau pembaruan email tidak muncul secepat sebelumnya.

5. Google Home

Google Home dapat mengonsumsi banyak daya karena terus melakukan sinkronisasi dengan layanan komputasi awan.

Aplikasi tersebut juga memiliki fitur presence sensing yang menggunakan lokasi ponsel untuk mengetahui apakah pengguna sedang berada di rumah atau pergi.

Agar fitur tersebut dapat bekerja, Google Home membutuhkan izin untuk mengakses lokasi secara terus-menerus. Penggunaan GPS di latar belakang dapat membuat baterai lebih cepat habis.

Untuk mematikan akses lokasi pada Android, buka Settings > Apps > Home > Permissions > Location, kemudian pilih Don’t allow.

Pengguna iPhone dapat membuka Settings > Apps > Google Home > Location, lalu pilih Never.

Aktivitas latar belakang juga dapat dibatasi dengan mematikan Background App Refresh pada iPhone atau Allow background usage melalui pengaturan aplikasi di Android.

Perlu diingat, membatasi aktivitas di latar belakang atau akses lokasi dapat menyebabkan sebagian fitur aplikasi tidak bekerja secara optimal.

Karena itu, pengguna perlu menyesuaikan pengaturan berdasarkan aplikasi dan fitur yang memang dibutuhkan sehari-hari.