2. Google Chrome

Google Chrome juga dapat menguras baterai karena menjalankan sejumlah proses di latar belakang, termasuk mengirim dan menerima data dari server.

Fitur pemuatan halaman lebih awal atau page preloading serta sinkronisasi antarperangkat juga dapat menambah penggunaan daya.

Chrome versi ponsel tidak memiliki mode penghemat energi khusus seperti yang tersedia pada versi komputer. Meski demikian, pengguna masih dapat membatasi aktivitas aplikasi di latar belakang.

Pada Android, buka Settings > Apps > Chrome > App battery usage, kemudian matikan Allow background usage.

Pengguna iPhone dapat membuka Settings > Apps > Chrome, lalu menonaktifkan Background App Refresh.

Untuk mematikan pemuatan halaman lebih awal di Android, buka Chrome, ketuk ikon tiga titik, kemudian pilih Settings > Privacy and security > Preload pages > No preloading.

3. Google Maps

Penggunaan Google Maps juga dapat memakan banyak daya karena aplikasi terus memanfaatkan GPS untuk memantau lokasi pengguna.

Ketika navigasi berlangsung, Google Maps juga menggunakan koneksi internet sekaligus membuat layar tetap menyala untuk menampilkan petunjuk arah.

Fitur seperti Live View, informasi lalu lintas realtime, serta berbagai proses di latar belakang turut meningkatkan konsumsi daya.

Google menyediakan mode Power Saving pada Google Maps. Namun, fitur tersebut hanya tersedia pada Pixel 10, Pixel 10 Pro, Pixel 10 Pro XL, dan Pixel 10 Pro Fold dalam mode berkendara.

Pada perangkat yang didukung, fitur tersebut aktif secara bawaan dan dapat digunakan dengan menekan tombol daya saat berkendara.

Pengguna perangkat lain dapat menghemat baterai dengan mengunduh peta untuk digunakan secara luring, menurunkan tingkat kecerahan layar, serta membatasi aktivitas Google Maps di latar belakang.

Pada Android, buka Settings > Apps > Maps > App battery usage, kemudian matikan Allow background usage.

Pada iPhone, buka Settings > Apps > Google Maps, lalu nonaktifkan Background App Refresh.