UEFA Soroti Transparansi

UEFA menilai rencana tersebut memunculkan pertanyaan mengenai transparansi dan pihak yang akan memperoleh keuntungan finansial.

Konfederasi itu menegaskan bahwa sepak bola merupakan milik seluruh pemangku kepentingan, bukan aset yang dapat dijual oleh satu organisasi.

“Jiwa dan tata kelola sepak bola bukanlah aset untuk diperdagangkan, terutama tanpa transparansi sama sekali mengenai siapa yang diuntungkan secara finansial,” ujar UEFA.

“Tidak seorang pun dari kita adalah pemilik sepak bola. Itu bukan milik FIFA untuk dijual,” lanjut pernyataan tersebut.

Hubungan UEFA dan FIFA Kerap Memanas

UEFA menjadi salah satu konfederasi yang paling vokal mengkritik sejumlah kebijakan FIFA dalam beberapa tahun terakhir.

Sebelumnya, hubungan kedua organisasi juga sempat menjadi sorotan ketika Presiden UEFA Aleksander Ceferin memilih tidak menghadiri pertandingan final Piala Dunia 2026.

Kritik terbaru terhadap rencana penjualan saham Piala Dunia kembali menegaskan perbedaan pandangan antara UEFA dan FIFA terkait arah tata kelola sepak bola global.